User Manager dan Radius pada Router MIKROTIK


Assalamualaikum Wr.Wb

pada postingan kali ini membahas tentang konfigursai User manager dan Radius pada router mikrotik. User manager adalah sebuah aplikasi manajemen pada mikrotik dan juga berfungsi sebagai radius server. biasanya di gunakan untuk:

1. Hostspot user
2. PPP
3. DHCP
4. Wireless user
5. RouterOS user
(https://masbottt.wordpress.com/2013/12/06/setting-user-manager-pada-mikrotik/)

Usermanager ini merupakan fitur AAA server pada router mikrotik. AAA ini memiliki database yang bisa di gunakan untuk melakukan autentifikasi (Authentification) user yang sedang login ke router mikrotik kita, kemudian memberikan kebijakan (Authorization) dan juga pembatasan quota (Accounting) yang sudah di lakukan oleh user.

berikut tahapan konfigurasi user manager dan radius pada router mikrotik

1. Perhatikan Mikrotik Winbox dibawah ini, pastikan mikrotik sudah mendapat koneksi internet dan sudah mempunyai IP. dan di sini menggunakan ether1-gateway.IP public yang didapatkan dari koneksi internet ialah 200.200.200.193/24


2. Pastikan Package UserManager sudah kita install pada Mikotik kita.



3. Setelah kita melakukan konfigurasi Mikrotik HotSpot pada artikel sebelumnya, selanjutnya kita tinggal melakukan sedikit perubahan. Langsung saja ke menu IP HotSpot pada optionServer Profiles. Buka profile yang telah kita buat lalu pada option RADIUS kita check mark pilihan Use Radius dan kita pilih NAS port type 15 (ethernet).



4. Selanjutnya kita klik pada menu utama Winbox RADIUS, lalu tambah sebuah Radius Server dengan services : HotSpot, Login, Wireless. Pada address Radius Server kita isikan IP Public kita, misalnya : 200.200.200.193 dan isikan pula password-nya yang nanti akan kita entry pada Server Radius di konfigurasi User Manager. Selanjutnya pada menu INCOMING, kita checkmark Accept dengan port 3799 ( atau port yang kita kehendaki ).
centang opsi service PPP, hotspot, login, dan wireless.



5. Selanjutnya sekarang kita Login pada Web Configuration Usermanager. Cara aksesnya adalah : IP-Mikrotik:port/userman . Username dan password default Usermanager adalah admin tanpa password.



6. Selanjutnya pada menu Router, kita masukkan Nama Router ( Kelompok6 OK ), IP Radius Server ( 200.200.200.193 ), Password Radius Server, serta Radius Incoming COA + Port 3799.
berikut tampilannya,


yang harus di ingat ialah jangan sampai lupa sewaktu konfigurasi pada tahap nomor 4, ketika pengisian username dan password server nya.

7. Selanjutnya pada menu Customer, masukkan data User admin Userman dan passwordserta profile perusahaan kita.



8. Selanjutnya pada menu Profiles, kita buat profile user dan profile limitations. Buatlan seperti contoh dibawah ini.



9. Buat juga beberapa profile sesuai kebutuhan anda.



10. Selanjutnya pada menu User, kita akan membuat user hotspot secara massal atau generate user. Buatlah seperti contoh dibawah ini.



11. Okey, berikut ini tampilan user yang telah kita generate dan siap digunakan untuk login Hotspot.

12. Selanjutnya kita akses internet, misalnya ke google.com maka akan muncul Login Page Mikrotik HotSpot kita. Lakukan Login dengan user yang telah dibuat tadi.



13. Selamat Kita berhasil login dan akses internet via Mikrotik HotSpot dan Usermanager dari Radius Server Mirkotik.

14. Perhatikan pada Mikrotik Winbox menu Active user. Disitu akan terlihat Status User yang sedang aktif Login via Mikrotik HotSpot. Perhatikan juga menu Queue akan terpantau pemakaian bandwith dari user HotSpot.

15. Perhatikan juga menu Cookies juga terpantau sebagaimana Profile HotSpot Server yang telah kita buat, yaitu 30 menit. Artinya jika user ini tidak ada aktifitas akses internet ataupun Log off, lalu dia mengakses internet lagi maka tidak diperlukan Login Mikotik HotSpot karena session-nya masih aktif dalam waktu 30 menit ( sejak pertama Login & waktu berlanjut per-30 menit ).

cukup sekian dan terimakasih.

Comments

Popular posts from this blog

Konfigurasi DHCP Server pada Mikrotik Router

Konfigurasi Switch

Konfigrusi video streaming menggunakan aplikasi VLC